Taman Pintar At-Tafaqquh: Diharapkan Bisa Memunculkan Hafidz dan Hafidzah

PRINGLANGU – Siang itu, Jumat (15/2), keramaian terpancar dari sebuah rumah di Pringlangu Gang 5 RT 05 RW 05 Kecamatan Pekalongan Barat. Suara rebana dan suara anak-anak yang melantunkan syair-syair bernuansa islami semakin menambah ‘hidup’ suasana di kampung tersebut.

Pasalnya, di Yayasan At-Tafaqquh itu menjadi salah satu bukti kerja keras sejumlah mahasiswa Jurusan Syari’ah STAIN Pekalongan yang tengah melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).

Di tempat itu pula, Siti Maslihatun Nangim, Rini Marisa, dan Faiqotun, selama 45 hari menjalankan tugas PPL-nya, di rumah yang juga dijadikan sebagai Taman Pintar Pijar (Pendampingan Belajar) “At Tafaquh” dari Lazis Jateng Cabang Pekalongan. Taman Pintar Pijar Tafakur ini baru di-launching siang itu, Jumat (15/2). Lanjut membaca

Ditulis pada AKTIVITAS, TAMAN PINTAR | Di-tag , | Tinggalkan Komentar

Keagungan Rasulullah Saw

Segala puji hanya bagi Allah yang telah memberi anugerah terhadap alam semesta dengan kelahiran pimpinan kita yakni Baginda Nabi Muhammad bin Abdullah yang menjadi hamba-Nya dan Rasul-Nya, beliau adalah pemimpin seluruh makhluk. Semoga shalawat  dan salam Allah senantiasa tercurah kepada beliau, beserta seluruh keluarga, sahabat, istri, keturunan, dan ahli bait beliau.  Shalawat yang senantiasa kekal sebagaimana kekalnya Dzat, Asma`, dan Sifat Allah, serta menjadi wasilah keselamatan dan simpanan bagi kita di dunia dan akhirat. Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepada orang itu sebanyak sepuluh kali.”

Ya Allah, anugerahkanlah shalawat dan barokah kepada beliau besarta keluarga dan sahabat beliau. Ya Allah, anugerahkanlah shalawat dan barokah kepada beliau besarta keluarga beliau dengan shalawat dan salam yang dapat menyelamatkan kami dari cobaan-cobaan di dunia, sempitnya kematian, dahsyatnya kejadian di kubur, serta beratnya hari perhitungan amal.

Nabi saw sudah menjadi seorang Nabi saat Nabi Adam masih dalam bentuk tanah. Beliau adalah pemungkas para Nabi yang diutus dan sebagai wasilah bagi segala sesuatu. Beliau adalah nikmat yang dianugerahkan Allah Tuhan semesta alam bagi seluruh makhluk. Beliau adalah orang yang Al-Qur`an telah diturunkan di hatinya. Beliaulah yang oleh disebutkan dalam firman Allah swt, “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (Al-Anbiyaa`: 107) Lanjut membaca

Ditulis pada Opini, Sirah Nabawiyah | Di-tag , | Tinggalkan Komentar

Asal Kejadian dan Nur Muhammad Saw

Oleh: Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani

 Allah Swt pertama kali menjadikan cahaya atau nur yang disebut Nur Muhammad saw dari sifat Jamal-Nya. Rasulullah Saw pernah bersabda bahwa yang mula-mula diciptakan Allah adalah ruh Muhammad. Ia diciptakan dari cahaya Ketuhanan. Selanjutnya Rasulullah Saw bersabda bahwa yang pertama kali diciptakan adalah Qalam dan Aql.

Ruh Muhammadiyyah (Ruh Muhammad) adalah Dzat atau segala yang berwujud. Dialah yang awal dan menjadi hakikat alam semesta. Allah Swt menciptakan segala ruh dari ruhnya. “Muhammad” adalah nama bagi insan dalam alam gaib (alam berkumpulnya ruh-ruh). Ia menjadi seumber dan asal segala perkara. Allah menciptakan alam karena Allah akan menciptakan Muhammad Saw.

Tanda-tanda ini tepat, seperti yang dilihat oleh Bapak Manusia, Nabi Adam As, yaitu setelah dia diciptakan. Nabi Adam melihat nama Muhammad di pintu Surga bersanding dengan nama Allah. Dengan tanda-tanda itu, mengertilah Adam bahwa orang yang memiliki nama itu adalah semulia-mulia manusia yang akan diciptakan Tuhan di antara semua ciptaan-Nya di kemudian hari.

Setelah lahirnya Nur Muhammad, Allah menciptakan pula Arsy. Kelahiran Nur Muhammad ini juga diikuti dengan penciptaan makhluk-makhluk lain serta Arsy-Nya. Peristiwa ini berlaku menurut kehendak Allah. Kemudian Allah menurunkan ruh atau makhluk-makhluk itu ke derajat yang paling rendah, yaitu Alam Ajsam (Alam Kebendaan) yang konkret dan nyata. Allah Swt berfirman, “Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya.”(At-Tin: 5) Lanjut membaca

Ditulis pada Opini, SPIRITUAL | Di-tag , , | Tinggalkan Komentar

Rasulullah Sebagai Rahmat Bagi Semesta Alam

Oleh: Habib Abdullah Baqir bin Habib Ahmad Alatas

“(Mereka kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (An-Nisaa`: 165)

Salah satu nikmat terbesar yang dikaruniakan Allah swt kepada hamba-hamba-Nya adalah diutusnya rasul dan diturunkannya kitab untuk menunjukkan kepada mereka jalan yang lurus. Seandainya tidak ada risalah, maka akal tidak akan bisa mengetahui mana yang bermanfaat dan mana yang berbahaya. Para rasul adalah penjembatan antara Allah Swt dengan makhluk-makhluk-Nya. Sedangkan rasul terakhir adalah Nabi Muhammad saw yang menjadi pemimpin dari para rasul dan yang paling mulia di antara mereka. Allah swt mengutus beliau sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Nabi Muhammad saw diutus pada waktu alam semesta mengalami kegoncangan besar. Manusia sudah berada di titik terendah kemanusiaannya. Pemikiran mereka ikut tersesat sehingga sampai ada yang bersujud kepada batu dan pepohonan. Anehnya, mereka malah tidak bersujud kepada Allah, Dzat Yang Maha Menciptakan dan Mahakuasa.

Adat kebiasaan sudah rusak, naluri kemanusiaan sudah hilang, manusia hidup dalam kebodohan, dan kegelapan menyelimuti mereka. Lanjut membaca

Ditulis pada Dakwah, KEUTAMAAN AMAL, Opini | Di-tag , , , | Tinggalkan Komentar

KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU AGAMA

Oleh: Yasir Maqosid, Lc

Di zaman sekarang ini, teknologi demikian pesatnya mengalami kemajuan. Namun kemajuan teknologi yang tidak diimbangi dengan ajaran-ajaran agama justru akan berdampak negatif dan dapat menyesatkan. Sementara itu, ulama sebagai pewaris para nabi jumlahnya semakin lama semakin berkurang. Jika generasi muda sekarang ini tidak mau mendalami ilmu agama, niscaya akan terjadi kehancuran di masa mendatang.

Sebagai motivasi untuk menuntut ilmu agama, marilah kita simak keutamaan ilmu sebagai berikut:

1-              Dimudahkan jalan menuju surga. Rasulullah  saw bersabda, “Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. At-Tirmidzi)

2-              Didoakan oleh para malaikat dan makhluk-makhluk Allah yang lain. Rasulullah sawbersabda, “Barang siapa menempuh suatu jalan dengan tujuan mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. Selain itu, malaikat akan meletakkan sayapnya bagi orang yang mencari ilmu sebagai keridaan atas tindakannya. Sesungguhnya yang ada di langit dan bumi, bahkan ikan-ikan di laut, akan memohonkan ampunan bagi orang yang menuntut ilmu. Keutamaan orang berilmu atas ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan atas planet yang lain. Para ulama adalah pewaris manusia. Dan, para nabi tiada mewariskan dinar atau dirham, melainkan ilmu. Maka, barang siapa mengambilnya, berarti ia telah mengambil bagian yang sempurna.” (HR. Ahmad) Lanjut membaca

Ditulis pada KEUTAMAAN AMAL | Di-tag , | Tinggalkan Komentar

KEUTAMAAN SHALAT BERJAMAAH

Oleh: Yasir Maqosid, Lc

Islam mengajarkan pada umatnya untuk senantiasa melaksanakan shalat berjaamaah. Sebab, dengan berjamaah akan melahirkan banyak sekali hal-hal positif. Salah satunya adalah interaksi antara sesama kaum muslimin tanpa memandang status sosial. Dengan adanya interaksi seperti ini, banyak hal dapat dicapai, misalnya dapat bekerja sama dalam urusan dunia maupun akhirat, tercipta kepedulian antara satu sama lain, dan dapat tercipta masyarakat yang patuh terhadap ajaran-ajaran Islam.

Shalat berjamaah menurut mazhab Syafi’i hukumnya Fardlu Kifayah. Artinya apabila tidak ada seorang pun yang mendirikan jamaah dalam satu kampung, maka seluruh kampung mendapatakan dosa. Adapun keutamaan shalat berjama’ah antara lain:

1-      Berjama’ah lebih utama dari pada shalat sendirian.

Rasulullah saw bersabda: “Shalat berjama’ah itu lebih utama dari pada shalat sendirian sebanyak dua puluh tujuh derajat.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar ra)

2-      Setiap langkah diangkat kedudukannya satu derajat, dihapuskan satu dosa serta senantiasa dido’akan oleh para malaikat.

Rasulullah saw bersabda: “Shalat seseorang dengan berjama’ah itu melebihi shalatnya di rumah atau di pasar sebanyak dua puluh lima kali lipat. Yang demikian itu karena bila seseorang berwudhu’ dan menyempurnakan wudhu’nya kemudian pergi ke masjid dengan tujuan semata-mata untuk shalat, maka setiap kali ia melangkahkan kaki diangkatlah kedudukannya satu derajat dan dihapuslah satu dosa. Dan apabila dia mengerjakan shalat, maka para Malaikat selalu memohonkan untuknya rahmat selama ia masih berada ditempat shalat selagi belum berhadats, mereka memohon: “Ya Allah limpahkanlah keselamatan atasnya, ya Allah limpahkanlah rahmat untuknya.’ Dan dia telah dianggap sedang mengerjakan shalat semenjak menantikan tiba waktu shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra, dari terjemahan lafadz Bukhari).

3-      Terbebas dari penguasaan setan.

Rasulullah saw bersabda: “Tiga orang yang berada di sebuah desa atau lembah kemudian tidak melaksanakan shalat berjama’ah di sana, maka mereka telah dipengaruhi oleh setan. Karena itu hendaklah kamu sekalian membiasakan shalat berjama’ah sebab serigala itu hanya menerkam kambing yang memisahkan diri dari kawanannya.” (HR. Abu Daud dengan isnad hasan dari Abu Darda’ ra). Lanjut membaca

Ditulis pada KEUTAMAAN AMAL | Di-tag , , | Tinggalkan Komentar

Oleh: Yasir Maqosid, Lc
Setiap orang yang menikah tentunya mendambakan keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah (Samara). Namun untuk mewujudkan keluarga samara, tidaklah semudah membalik telapak tangan, akan tetapi perlu menempuh langkah-langkah yang tepat.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memilih pasangan yang tepat.
Setiap orang tentu menghendaki pasangannya memiliki sifat-sifat yang perfect (sempurna). Padahal, yang namanya kesempurnaan adalah sesuatu yang mustahil ada pada diri manusia. Tidak ada satu pun laki-laki atau perempuan yang memiliki sifat-sifat sempurna yang diharapkan oleh calon pasangannya. Meskipun demikian, Rasulullah saw memberikan tuntunan bagi setiap orang yang ingin menikah agar menjatuhkan pilihan terbaiknya didasarkan pada ketebalan iman dan agama calon pasangannya.

Rasulullah saw bersabda, “Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, karena nasabnya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Pilihlah (wanita) yang punya agama, maka kamu akan beruntung.”
Dalam hadits tersebut Rasulullah saw mengisyaratkan bahwa manusia pada umumnya lebih memilih sesuatu yang sifatnya lahiriah, dalam hal ini harta atau nasab (keturunan), atau kecantikan. Padahal hal tersebut merupakan suatu kekeliruan. Seharusnya, setiap laki-laki yang ingin menikah hendaknya pertama kali yang dilihat pada calon pasangannya adalah kualitas agamanya, dan bukan yang lain.

Lanjut membaca

Ditulis pada KELUARGA, Opini | Di-tag , , , | Tinggalkan Komentar