Adab Membaca Al-Qur`an

membaca al quran

Al-Qur’an adalah Kitabullah yang menjadi pedoman bagi umat Islam untuk memperoleh kebaikan, keberkahan dan keselamatan di dunia maupun di akhirat. Untuk memperoleh manfaat yang sempurna dari membaca Al Qur’an, Rasulullah telah mencontohkan adab-adab dalam membaca Al-Qur’an, yaitu sebagai berikut:

  • Terlebih dahulu membersihkan mulut dengan bersiwak

Perihal bersiwak, Rasulullah Saw bersabda,“Siwak dapat membersihkan mulut dan sarana untuk mendapatkan ridha Allah.” (HR. Ahmad dan An-Nasa`i)

Bersiwak disunnahkan setiap saat, terutama ketika hendak shalat dan membaca Al-Qur`an supaya ketika beribadah tersebut kondisi kita dalam keadaan bersih dan suci seluruh badan.

  • Berwudhu terlebih dahulu

Memiliki wudhu bagi yang hendak menyentuh Al-Qur’an adalah wajib, sedangkan berwudhu bagi yang hendak membaca Al-Quran adalah sunnah. Hal ini merupakan perilaku penting agar diri ini dalam keadaan suci terhindar dari hadats kecil maupun hadas besar. Sebab, Al-Quran adalah Kitab suci yang harus dijaga kebersihan dan kesuciannya, seperti yang dikatakan Imam Al-Haramain, ” Orang yang membaca Al-Quran dalam keadaan najis, dia tidak dikatakan mengerjakan hal yang makruh, namun dia telah meninggalkan sesuatu yang utama.”

- Membaca ta’awudz ketika mulai membaca Al-Qur’an.
Ta’awwudz (bacaan Audzu Billahi Minassyaithanirrajim) disunnahkan bagi setiap pembaca Al Qur’an, baik di dalam shalat maupun di luar shalat. Hal ini berdasarkan firman Allah Swt, “Dan bila kamu akan membaca Al-Qur’an, maka mintalah perlindungan kepada Alloh dari (godaan-godaan) syaithan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl: 98)

  • Memperindah bacaan

Rasulullah saw bersada, “Hiasilah Al Qur’an itu dengan suaramu.”(HR. Muslim)
Dalam riwayat lainnya disebutkan “Sesungguhnya suara yang baik itu menambah Al Qur’an menjadi baik.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan An-Nasa’i)

  • Memperhatikan bacaan (yang panjang dipanjangkan dan yang pendek
    dipendekkan)

Suatu ketika sahabat Qatadah ra bertanya kepada sahabat Anas bin Malik ra.
tentang bacaan Rasulullah saw. Sahabat Anas lalu menjawab, Beliau memanjangkan yang panjang (Mad).”

  • Berhenti untuk berdoa ketika membaca ayat rahmat dan ayat azab.

Sahabat Huzaifah ra menceritakan; Pada suatu malam aku shalat bersama
Nabi Muhammad saw., beliau membaca surat Al Baqarah kemudian
An Nisaa’ kemudian Ali ‘Imran. Beliau membaca perlahan-lahan,
apabila sampai pada ayat tasbih beliau bertasbih, dan apabila
sampai pada ayat permohonan beliau memohon, dan apabila sampai
pada ayat ta’awudz (mohon perlindungan) beliau mohon perlindungan.
(HR. Muslim)

  • Menangis, bersedih dan terharu ketika membaca Al Qur’an

Allah Swt berfirman, “Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Qur’an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Qur’an dan kenabian Muhammad Saw.).”(Al Maidah: 83)

Allah Swt berfirman, “Katakanlah, “Berimanlah kamu kepadanya atau
tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang
yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Qur’an dibacakan
kepada mereka, mereka menyungkur sambil bersujud, (dan mereka berkata: “Maha suci Tuhan kami;sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi.” Dan mereka menyungkur sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk
.”(Al-Israa': 107-109)

  • Sujud tilawah, bila bertemu ayat sajdah.

Dikisahkan bahwa Sayyidina Umar membaca surat An Nahl di atas mimbar pada hari Jum’at sampai ketika membaca ayat sujud beliau turun dan sujud, begitu juga orang-orang yang lain ikut sujud bersama beliau. Dan ketika datang Jum’at berikutnya ia membaca surat tersebut dan ketika sampai pada ayat sujud ia berkata, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kita melalui ayat sujud barangsiapa yang sujud, maka ia telah mendapat pahala, dan barangsiapa yang tidak sujud, maka tiada dosa baginya.” Dan Sayyidina Umar ra. tidak sujud. (HR. Bukhari)

  • Memperbanyak membaca Al Qur’an dan mengkhatamkannya

Dari Abdullah bin ‘Amr berkata: Rasulullah saw. bersabda, “Bacalah Al Qur’an dalam waktu satu bulan”, Aku menjawab, “Saya mampu,” Rasulullah saw. bersabda, “Bacalah ia dalam waktu sepuluh hari”, Aku menjawab, “Saya mampu.” Rasulullah saw. bersabda lagi, “Bacalah ia dalam waktu tujuh hari dan jangan lebih dari itu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dipublikasi di Adab-Adab, Dakwah | Tag , | Tinggalkan komentar

Video: Supaya Mudah Menerima Pelajaran

Berikut ini video tanya jawab program Rohani Islam di Batik TV tentang sarana supaya mudah menerima pelajaran:

Dipublikasi di ROHIS BATIK TV, Video | Tag , , | Tinggalkan komentar

Adab-Adab Berdoa

Adab Berdoa

Doa adalah senjata kaum muslimin dan ibadah yang agung. Allah Swt berfirman, “Dan berdoalah kepada Ku, niscaya akan Aku kabulkan permintaanmu.Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku maka akan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”(Al-Mu’min : 60)

Rasulullah Saw mengajarkan kepada umatnya bagaiman adab berdoa dan para ulama sebagi pewaris Nabi menjelaskan tentang adab dan etika dalam berdoa agar dikabulkan, yaitu sebagai berikut:

  • Menjaga Kehalalan Makanan, Minuman, dan Pakaian.

Sebelum kita berdoa hendaknya kita memperbaiki keadaan kita yaitu menjauhi makanan dan minuman yang haram. Rasulullah saw. bersabda: “Seorang laki-laki yang lusuh lagi kumal karena lama bepergian mengangkat kedua tanganya ke langit tinggi-tinggi dan berdoa : Ya Rabbi, ya Rabbi, sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dagingnya tumbuh dari yang haram, maka bagaimana doanya bisa terkabulkan.?” (HR. Muslim) Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Adab-Adab, Dakwah | Tag , , | Tinggalkan komentar

Adab-Adab Masjid

Adab Masjid

Memakmurkan masjid merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Amalan ini sangat mulia dan penting, apalagi di zaman sekarang dimana masjid-masjid mulai sepi dari para jamaah yang shalat lima waktu. Padahal Rasulullah Saw telah mencontohkan bahwa pertama kali yang beliau lakukan dalam membangun masyarakat madani adalah dengan membangun masjid dan meramaikannya. Masjid pada zaman Rasulullah Saw sangatlah sederhana bangunan fisiknya, namun aktifitasnya tidak pernah berhenti 24 jam.

Dari masjid itulah, beliau memberikan bimbingan, petunjuk, mengajarkan agama, maupun menyusun strategi untuk menguatkan umat Islam. Hal ini tentunya perlu menjadi bahan renungan kita bersama. Masjid pada zaman Rasulullah Saw ibarat pabrik yang memproduksi hidayah dan petunjuk sehingga bisa menyebar ke seluruh alam. Sedangkan saat ini, kita melihat banyaknya orang yang tidak lagi peduli agama dan maraknya kemungkaran karena ternyata masjid-masjid ini sudah sepi dari jamaah. Oleh karena itu, untuk mencapai kejayaan Islam maka tidak ada jalan lain kecuali dengan memakmurkan masjid melalui amal agama dalam masjid, sehingga dengan makmurnya masjid maka masyarakat sekitar akan makmur pula dengan cahaya agama.

Supaya kita mendapatkan kesempurnaan iman ketika berada di masjid, hendaknya kita meneladani Rasulullah Saw yang telah memberi kita petunjuk berupa adab-adab masjid sebagai berikut:

  • Berpakaian Indah

Sangat dianjurkan untuk berpakaian paling indah ketika menuju ke masjid. Akan lebih baik lagi jika memakai pakaian putih, karena Rasululah Saw sering berpakaian putih. Tentang berpaiakan indah, Allah Swt berfirman, “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid. (QS. AI-A’raf: 31). Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Adab-Adab, Dakwah | Tag , , | Tinggalkan komentar

Adab-Adab Masjid Sesuai Sunnah Rasulullah Saw

Memakmurkan masjid merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Amalan ini sangat mulia dan penting, apalagi di zaman sekarang dimana masjid-masjid mulai sepi dari para jamaah yang shalat lima waktu. Padahal Rasulullah Saw telah mencontohkan bahwa pertama kali yang beliau lakukan dalam membangun masyarakat madani adalah dengan membangun masjid dan meramaikannya. Masjid pada zaman Rasulullah Saw sangatlah sederhana bangunan fisiknya, namun aktifitasnya tidak pernah berhenti 24 jam.

Dari masjid itulah, beliau memberikan bimbingan, petunjuk, mengajarkan agama, maupun menyusun strategi untuk menguatkan umat Islam. Hal ini tentunya perlu menjadi bahan renungan kita bersama. Masjid pada zaman Rasulullah Saw ibarat pabrik yang memproduksi hidayah dan petunjuk sehingga bisa menyebar ke seluruh alam. Sedangkan saat ini, kita melihat banyaknya orang yang tidak lagi peduli agama dan maraknya kemungkaran karena ternyata masjid-masjid ini sudah sepi dari jamaah. Oleh karena itu, untuk mencapai kejayaan Islam maka tidak ada jalan lain kecuali dengan memakmurkan masjid melalui amal agama dalam masjid, sehingga dengan makmurnya masjid maka masyarakat sekitar akan makmur pula dengan cahaya agama.

Supaya kita mendapatkan kesempurnaan iman ketika berada di masjid, hendaknya kita meneladani Rasulullah Saw yang telah memberi kita petunjuk berupa adab-adab masjid sebagai berikut:

  • Berpakaian Indah

Sangat dianjurkan untuk berpakaian paling indah ketika menuju ke masjid. Akan lebih baik lagi jika memakai pakaian putih, karena Rasululah Saw sering berpakaian putih. Tentang berpaiakan indah, Allah Swt berfirman, “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid. (QS. AI-A’raf: 31).

Berdasarkan ayat ini maka disunnahkan berhias ketika akan shalat, lebih-lebih ketika hari Jum’at dan Hari raya. Termasuk perhiasan yaitu bersiwak dan memakai wangi-wangian.

  • Bersegera Menuju Masjid

Jika waktu shalat telah tiba, hendaklah bersegera menuju masjid. Rasulullah Saw bersabda, “Seandainya manusia mengetahui keutamaan shof pertama, dan tidaklah mereka bisa mendapatinya kecuali dengan berundi niscaya mereka akan berundi, dan seandainya mereka mengetahui keutamaan bersegera menuju masjid niscaya mereka akan berlomba-lomba. (Muttafaq Alaihi). Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Adab-Adab, Dakwah | Tag , | Tinggalkan komentar

Adab-Adab Perjalanan Sesuai Sunnah Rasulullah Saw

Ketika meninggalkan rumah baik untuk keperluan mengikuti pengajian, bekerja, bersilaturrahmi, berdakwah, maupun yang lainnya, maka kita jangan melalaikan adab-adab perjalanan. Dengan mengikuti Sunnah Rasulullah Saw, maka perjalanan kita akan mendapat barokah dan bermanfaat bagi dunia dan akhirat.
Adapun Sunah bepergian antara lain:
– Tidak Bepergian Seorang Diri
Rasulullah Saw mengingatkan adanya risiko bahaya dalam perjalanan yang dilakukan seorang diri. Dikhawatirkan adanya bahaya yang datang dari segala arah, syetan yang akan menghampirinya dan menggodanya untuk melakukan perbuatan maksiat.
Rasulullah saw bersabda: “Seandainya saja manusia mengetahui apa yang aku ketahui tentang bahaya kesendirian, niscaya tak ada seorang pun yang mau bepergian pada malam hari seorang diri.” (HR Bukhari)

- Mengangkat Seorang Pemimpin (Amir)
Rasulullah saw juga mengajarkan kepada umat muslim untuk menunjuk seorang pemimpin dalam perjalanan: “Jika ada tiga orang yang keluar hendak bepergian, maka hendaklah mereka menunjuk salah seorang dari mereka sebagai pemimpin.” (HR Abu Dawud, hasan)
Hendaknya yang dipilih untuk menjadi pemimpin dalam pejalanan adalah orang yang saleh dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.
– Berpamitan lebih dulu
Disunnahkan untuk berpamitan kepada keluarga, kerabat dan saudara-saudaranya, terutama bagi anak hendaknya berpamitan kepada kedua orangtuanya. Ibnu Abdil Barr meriwayatkan: “Jika salah seorang dari kalian keluar bersafar maka hendaklah ia berpamitan kepada saudaranya, karena Allah swt menjadikan pada doa mereka barakah.”
Imam Asy-Sya`bi berkata: “Sunnahnya jika seseorang datang dari safar untuk mengunjungi saudaranya dan menyalaminya, kemudian jika ia hendak bersafar adalah mendatangi mereka dan berpamitan serta mengharapkan doa mereka.” Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Adab-Adab, Dakwah | Tag , , | Tinggalkan komentar

Kegiatan Majlis Taklim At Tafaqquh

image

Anak anak yang tetap belajar. Semoga menjadi genrrasi yg soleh dan solehah. Amin.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar