Oleh: Yasir Maqosid, Lc
Islam mengajarkan pada umatnya untuk senantiasa melaksanakan shalat berjaamaah. Sebab, dengan berjamaah akan melahirkan banyak sekali hal-hal positif. Salah satunya adalah interaksi antara sesama kaum muslimin tanpa memandang status sosial. Dengan adanya interaksi seperti ini, banyak hal dapat dicapai, misalnya dapat bekerja sama dalam urusan dunia maupun akhirat, tercipta kepedulian antara satu sama lain, dan dapat tercipta masyarakat yang patuh terhadap ajaran-ajaran Islam.
Shalat berjamaah menurut mazhab Syafi’i hukumnya Fardlu Kifayah. Artinya apabila tidak ada seorang pun yang mendirikan jamaah dalam satu kampung, maka seluruh kampung mendapatakan dosa. Adapun keutamaan shalat berjama’ah antara lain:
1- Berjama’ah lebih utama dari pada shalat sendirian.
Rasulullah saw bersabda: “Shalat berjama’ah itu lebih utama dari pada shalat sendirian sebanyak dua puluh tujuh derajat.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar ra)
2- Setiap langkah diangkat kedudukannya satu derajat, dihapuskan satu dosa serta senantiasa dido’akan oleh para malaikat.
Rasulullah saw bersabda: “Shalat seseorang dengan berjama’ah itu melebihi shalatnya di rumah atau di pasar sebanyak dua puluh lima kali lipat. Yang demikian itu karena bila seseorang berwudhu’ dan menyempurnakan wudhu’nya kemudian pergi ke masjid dengan tujuan semata-mata untuk shalat, maka setiap kali ia melangkahkan kaki diangkatlah kedudukannya satu derajat dan dihapuslah satu dosa. Dan apabila dia mengerjakan shalat, maka para Malaikat selalu memohonkan untuknya rahmat selama ia masih berada ditempat shalat selagi belum berhadats, mereka memohon: “Ya Allah limpahkanlah keselamatan atasnya, ya Allah limpahkanlah rahmat untuknya.’ Dan dia telah dianggap sedang mengerjakan shalat semenjak menantikan tiba waktu shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra, dari terjemahan lafadz Bukhari).
3- Terbebas dari penguasaan setan.
Rasulullah saw bersabda: “Tiga orang yang berada di sebuah desa atau lembah kemudian tidak melaksanakan shalat berjama’ah di sana, maka mereka telah dipengaruhi oleh setan. Karena itu hendaklah kamu sekalian membiasakan shalat berjama’ah sebab serigala itu hanya menerkam kambing yang memisahkan diri dari kawanannya.” (HR. Abu Daud dengan isnad hasan dari Abu Darda’ ra). Lanjut membaca →