Archive for November 23rd, 2007

Kisah Taubat Pembegal Jalan

Kisah Taubat Pembegal

Al-Fudhail merampok seorang diri. Suatu malam, ia keluar untuk merampok. Malam itu, sebuah kafilah datang. Di antara mereka berkata satu sama lain, “Masuklah bersama kami ke desa ini. Sesungguhnya di hadapan kita ada seorang perampok bernama Al-Fudhail.” Mendengar perkataan itu, Al-Fudhail gemetar. Ia lantas berkata, “Wahai kaum, akulah Al-Fadhil. Lewatlah, demi Allah aku akan berusaha keras untuk tidak bermaksiat lagi selamanya.” Ia pun mengubah kebiasaannya.

Riwayat versi lain menyebutkan Al-Fudhail menjamu mereka malam itu. Ia berkata, “Kalian aman dari Al-Fudhail.” Selanjutnya, ia keluar dan berkali-kali membawa makanan. Dalam pada itu, ia mendengar seseorang membacakan ayat,

 “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah” (Al-Hadid: 16).

Al-Fudhail menyela, “Sekarang sudah tiba waktunya.” Itulah awal pertaubatannya.

1 comment November 23, 2007

Keajaiban Tauhid

Dia lelaki sederhana yang tidak belajar ilmu agama. Namun, bilik hatinya dipenuhi kecintaan terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kegemaran membela agama-Nya. Suatu hari, ia menghadiri pengajian yang disampaikan oleh salah seorang dai. Di saat membawakan pengajian, si dai berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Dua kalimat ringan di lidah, tetapi berat di timbangan dan disukai Yang Maha Pengasih; Subhanallah wa bihamdihi, Subhanallahal azhim (Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya, Mahasuci Allah dan Mahamulia).’” (H.R. Al-Bukhari)

Hati lelaki sederhana ini tergerak mendengar kalimat itu. Setelah pengajian selesai, ia keluar dan bertekad untuk berdakwah menyampaikan hadits tersebut. Mulailah ia menemui pedagang sayur dan berkata, “Dua kalimat ringan di lidah…”  kemudian menemui tukang jagal. Satu-satunya keinginan dia adalah mengajarkan hadits ini kepada seluruh manusia.

Suatu ketika, orang tersebut menderita sakit keras sampai harus menjalani operasi. Dokter yang menanganinya kebetulan tidak shalat dan tidak pula mengenal masjid.

Setelah operasi, tiba-tiba orang itu bangun, padahal ia masih dalam pengaruh anestasi. Ia berkata, “Wahai dokter.” Si dokter bertanya, “Apakah engkau menginginkan sesuatu?” Ia berkata, “Dua kalimat ringan di lidah, tetapi berat di timbangan dan disukai Yang Maha Pengasih; Subhanallah wa bihamdihi, Subhanallahal azhim (Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya, Mahasuci Allah dan Mahamulia),” kemudian lelaki itu meninggal.

Si dokter merasa heran orang itu bisa bangun di bawah pengaruh obat bius sekadar untuk menyampaikan hadits ini. Menyaksikan peristiwa itu, dokter itu pun bertaubat, kemudian pergi untuk menuntut ilmu agama sampai akhirnya sekarang menjadi dai terkemuka. Semua itu masuk ke dalam timbangan kebaikan lelaki sederhana yang tidak belajar ilmu agama, tetapi ikhlas berdakwah mengajak manusia kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala meskipun sekadar dengan satu hadits.

Sumber: Kisah Orang-orang Saleh dalam Mendidik Anak

Add comment November 23, 2007


Arsip

Tulisan Teratas

Tulisan Terakhir

Blogroll

Media Islam Indonesia

Ormas dan Gerakan Islam

 

November 2007
S S R K J S M
    Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930