Rasulullah Sebagai Rahmat Bagi Semesta Alam

Oleh: Habib Abdullah Baqir bin Habib Ahmad Alatas

“(Mereka kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (An-Nisaa`: 165)

Salah satu nikmat terbesar yang dikaruniakan Allah swt kepada hamba-hamba-Nya adalah diutusnya rasul dan diturunkannya kitab untuk menunjukkan kepada mereka jalan yang lurus. Seandainya tidak ada risalah, maka akal tidak akan bisa mengetahui mana yang bermanfaat dan mana yang berbahaya. Para rasul adalah penjembatan antara Allah Swt dengan makhluk-makhluk-Nya. Sedangkan rasul terakhir adalah Nabi Muhammad saw yang menjadi pemimpin dari para rasul dan yang paling mulia di antara mereka. Allah swt mengutus beliau sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Nabi Muhammad saw diutus pada waktu alam semesta mengalami kegoncangan besar. Manusia sudah berada di titik terendah kemanusiaannya. Pemikiran mereka ikut tersesat sehingga sampai ada yang bersujud kepada batu dan pepohonan. Anehnya, mereka malah tidak bersujud kepada Allah, Dzat Yang Maha Menciptakan dan Mahakuasa.

Adat kebiasaan sudah rusak, naluri kemanusiaan sudah hilang, manusia hidup dalam kebodohan, dan kegelapan menyelimuti mereka.

Oleh karena itu, Allah swt berkehendak untuk menghilangkan kegelapan tersebut dan mengubah kondisi kebodohan dan mengembalikan manusia untuk senantiasa beribadah kepada Allah, Dzat Yang Mahaesa. Allah swt lalu mengutus Nabi-Nya Muhammad saw untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya terang benderang.

Manusia sangat butuh kepada Rasulullah baik di dunia maupun akhirat. Di dunia manusia butuh terhadap Rasulullah lebih dari kebutuhan untuk makan dan minum. Sebab, keberadaan Rasulullah memberi kabar mereka tentang surga dan memperingatkan mereka dari api neraka.

Di akhirat manusia juga butuh Rasulullah saw di akhirat. Sebagaimana kita ketahui bahwa manusia meminta syafaat kepada beliau dan selalu menantikannya. Kemudian beliau memberi syafaat, dan beliaulah yang menyebabkan pintu surga  terbuka untuk manusia.

Sahabat Nabi bernama Ja’far bin Abu Thalib ra menjelaskan kepada kita pentingnya kebutuhan manusia terhadap risalah Islam yang dibawa oleh Rasulullah saw. Ja’far ra mengatakan kepada Raja Najasyi (Negus),

“Wahai Sang Raja. Kami sebelumnya adalah kaum jahiliyah. Kami menyembah berhala-berhala, memakan bangkai, melakukan perbuatan keji, memutus silaturrahmi, berbuat buruk terhadap tetangga dan gologan yang kuat memakan golongan yang lemah.  Hingga akhirnya Allah mengutus Rasul untuk kami. Kami mengetahui nasab beliau, kejujuran beliau, amanah beliau, dan kehormatan beliau. Beliau mengajak kita untuk menyembah dan beribadah kepada Allah swt semata, serta  membuang sesembahan kami selain Allah berupa batu dan berhala-berhala. Beliau memerintahkan kita untuk berkata jujur, menyampaikan amanah, bersilaturrahmi, bertetangga dengan baik, menjaga dari perbuatan haram dan menumpahkan darah. Beliau melarang kami melakukan kekejian, perkataan dusta, memakan harta anak yatim, menuduh perempuan berbuat zina. Beliau mewajibkan kami untuk shalat, zakat, dan berpuasa. “

Nabi Muhammad saw setelah diangkat sebagai rasul, beliau menghabiskan hidupnya selama 23 tahun untuk meluruskan akidah, menerapkan syariat, menjelaskan ibadah, dan menegakkan akhlak sehingga tercipta keadilan, kesamaan derajat antara semua manusia, dan supaya manusia mendapat kebahagiaan di dunia dan akhirat.

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”(An-Nahl: 97)

Rasulullah saw ibaratnya telah menghidupkan kembali manusia dari kematian, mengangkat martabat manusia menuju kesempurnaan, sehingga cahaya umat ini menerangi seluruh alam, kebaikan merambah ke seluruh bidang kehidupan, dan manusia memperoleh hakikat kemuliaan.

Beliaulah satu-satunya yang ucapan-ucapannya tercatatkan, seluruh perilakunya  terbukukan, bahkan seluruh ketetapan beliau terekam dengan baik sehingga Sunah-sunah beliau bersama Kitabullah senantiasa menjadi petunjuk bagi manusia, abadi hingga akhir masa. Allah swt berfirman,

“Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (An-Najm: 4)

Sesungguhnya tujuan-tujuan yang terkandung dalam risalah Islam adalah untuk merealisasikan kemaslahatan, menghindarkan dari segala kerusakan, di dunia dan akhirat. Dengan demikian, akan tercipta kebahagiaan hakiki dalam kehidupan yang fana ini dan yang kekal abadi.

Risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw datang untuk menyempurnakan syariat agama yang sebelumnya telah dibangun oleh para nabi dan rasul sebelum beliau. Risalah agung ini datang membawa sebab-sebab menuju kemenangan, kejayaan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Oleh karena itu, salah seorang ulama besar Al-Imam Al-‘Izz bin Abdussaalm mengatakan dengan tegas, “Sesungguhnya seluruh syariat berisi kemaslahatan, baik untuk menolak kerusakan ataupun untuk menarik kemaslahatan.”

Perkataan ini bermakna bahwa Islam sangat menghargai kemaslahatan untuk hamba-hamba-Nya sehingga mensyariatkan hukum-hukum untuk merealisasikan kemaslahatan tersebut yang pada ujungnya bermuara pada kebahagiaan akhirat.

Timbangan dalam kebaikan ataupun keburukan adalah Islam. Apa yang dikatakan dalam Islam sebagai kebaikan, maka akan mendatangkan kemaslahatan, sedangkan yang dikatakan sebagai kerusakan, maka akan mendatangkan kerusakan. Adapun keluar dari timbangan ini akan membawa kepada mengikuti hawa nafsu, sedangkan hawa nafsu adalah kebatilan yang tidak pantas untuk membedakan antara kebaikan dan keburukan.

Diutusnya Rasulullah saw mendatangkan cahaya bersinar yang sinarnya mampu mengeluarkan manusia dari satu keadaan kepada keadaan yang lebih baik, dari kegelapan menuju terang benderang, dari kesesatan menuju hidayah, dari ketakutan menuju rasa aman, dan dari kebingungan menuju ketenangan.

Cukuplah kami tuturkan di sini tentang alasan diutusnya Nabi Muhammad saw, yaitu sebagaimana dalam firman Allah swt, “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”(Al-Anbiyaa`: 107)

Tujuan diutusnya beliau sebagai rahmat bagi seluruh alam karena untuk menerapkan kemaslahatan bagi hamba-hamba Allah, menghilangkan kesulitan dan kerusakan, di dunia dan akhirat. Hal ini dapat terealisasi yaitu dengan penerapan syariat yang dibawa oleh beliau.

Sebab, kemajuan, kesuksesan, ketentraman, keadilan, dan seluruh kemuliaan terkandung dalam ajaran yang disampaikan oleh beliau, Rasul yang mulia dan Nabi yang utama.

Marilah kita simak kata-kata berikut ini yang menjelaskan kepada kita semua tentang kebahagiaan manusia akan dapat diperoleh jika meneladani apa yang telah beliau contohkan:

-          Apabila engkau adalah orang kaya, maka contohlah Rasulullah. Beliau adalah pedagang yang jaringan dagangannya meluas dari Hijaz hingga Syam

-          Apabila engkau adalah orang miskin, maka contohlah Rasulullah. Beliau hidup dalam kesulitan ekonomi ketika diembargo oleh orang-orang kafir di Syi’ib Abu Thalib

-          Apabila engkau adalah seorang pemimpin, maka contohlah Rasulullah. Beliau menguasai seluruh jazirah Arab, dan para pemimpin lain pun tunduk kepada beliau.

-          Apabila engkau adalah rakyat jelata, maka contohlah Rasulullah.  Beliau menjadi rakyat jelata ketika berada di kota Makkah dan memiliki akhlak yang patut diteladani, padahal beliau berada di bawah aturan yang dibuat orang-orang kafir.

-          Apabila engkau adalah orang yang mendapat kemenangan dan kesuksesan, maka contohlah Rasulullah. Beliau mendapatkan kemenangan ketika Perang Badr, Perang Hunain, dan Fathu Makkah.

-          Apabila engkau adalah orang yang kalah dan gagal, maka contohlah Rasulullah. Beliau berada di tengah-tengah sahabatnya yang berjuang mati-matian dengan penuh luka-luka ketika terjadi Perang Uhud.

-          Apabila engkau adalah orang seorang pengajar, pelajar, hakim, suami, ayah, ataupun dalam posisi apa saja, maka contohlah kehidupan Rasulullah saw. Karena kehidupan beliau adalah petunjuk yang baik, teladan yang pantas, yang sinarnya memancar ke seluruh segi kehidupan.

Allah swt berfirman, “Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (At-Taubah: 128)

Demi Allah, wahai Sayyidi wahai Rasulullah. Jika dituturkan para utusan, maka engkaulah pemimpinnya. Jika dituturkan para nabi, maka engkaulah penutupnya. Jika dituturkan para ulama maka engkaulah penghulunya. Jika dituturkan para tokoh sejarah maka engkaulah yang tokoh yang namanya kekal abadi. Engkaulah rahmat yang dianugerahkan kepada umat ini. Engkaulah pelita yang menerangi. Engkaulah cahaya yang memberi petunjuk abadi.

Bagi setiap pecinta  Rasululah saw hendaknya membawa risalah beliau dengan benar, menyampaikan dakwah beliau dengan amanah  sehingga hidayah Rasululah saw menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Katakanlah, “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.” (Yusuf: 108)

Demikianlah sikap kita terhadap makhluk paling mulia, makhluk terbaik, kekasih Ilahi. Semoga kita semua dapat meneladani beliau dalam kehidupan sehari-hari sehingga di akhirat kelak beliau menyambut kita dengan penuh senyuman, mempersilahkan kita minum dari telaganya, dan memberikan syafaatnya untuk hidup di surga penuh kenikmatan untuk selama-lamanya.

About these ads

Tentang yasir maqosid

Dilahirkan di Kota Pekalongan. Mengenyam pendidikan sarjana di Al-Azhar Mesir, selanjutnya meneruskan sampai jenjang Magister di PTN Indonesia. Aktifitas mengajar di STAIN Pekalongan, Majlis Ta'lim At-Tafaqquh dan Program TV Batik dalam acara "Rohani Islam"
Tulisan ini dipublikasikan di Dakwah, KEUTAMAAN AMAL, Opini dan tag , , , . Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s