Kisah Ibu dan Anak

Abu ‘Ubaidah -seorang ahli bahasa- bercerita, bahwasanya telah terjadi suatu perBincangan antara Abu Al-Aswad ad-Du`aly dengan istrinya perihal anak mereka. Abu Al-Aswad ingin mengambil anak tersebut dari asuhan istrinya. Merekapun pergi ke Basrah untuk menemui gubernur Ziyad. Sang istri berkata, “Semoga Allah mengaruniakan kemaslahatan untuk Anda. Anak ini adalah anakku…Sesungguhnya perutku telah menjadi tempatnya bersemayam, pangkuanku menjadi tempatnya membenamkan diri, dan air susuku menjadi penghilang dahaganya. Aku mengawasinya saat dia tertidur dan menjaganya saat dia terbangun.

Ini berlaku sampai dia berusia tujuh tahun. Usia dimana dia bisa terpisah dariku, sudah sempurna tabiatnya, dan usia dimana persendiannya telah menjadi kuat. Akupun berangan bisa memberi kemanfaatan padanya. Aku juga berharap bisa mempertahankanya. Namun tiba-tiba suamiku ingin mengambilnya dariku dengan paksa. Maka dukung dan bantulah aku wahai Pemimpin kami, karena suamiku sungguh menginginkan kesediahnku, diapun ingin memaksaku”.

Abu Al-Aswad yang merupakan bapak dari si anak berkata, “Semoga Allah mengaruniakan kemaslahatan padamu wahai Pemimpin kami. Anak ini adalah anakku. Aku mengandungnya sebelum istriku mengandungnya. Akupun melahirkannya sebelum istriku melahirkannya. Aku juga mengajarinya tata krama, memperhatikan kepayahannya, memberinya ilmuku, dan mengilhaminya dengan mimpiku sampai sempurna akalnya dan menjadi kuat otot-otot lengannya”. Sang istri menimpali, “Benar –semoga Allah mengaruniakan kebaikan padamu wahai Pemimpin kami- memang suamikulah yang mengandungnya. Tapi dia mengandungnya dengan mudah, sedang aku mengandungnya dengan berat. Dia melahirkanya dengan penuh nafsu, sedang aku melahirkannya dengan kepayahan”. Lalu gubernur Ziyad memutuskan dengan ucapannya, “Kembalikanlah anak itu pada wanita yang telah melahirkannya. Dia lebih berhak atas anak itu dari pada dirimu. Dan lepaskanlah niatanmu (untuk mengambil anak tsb)!”

 

Tentang yasir maqosid

Dilahirkan di Kota Pekalongan. Mengenyam pendidikan sarjana di Al-Azhar Mesir, selanjutnya meneruskan sampai jenjang Magister di IAIN Pekalogan. Aktifitas mengajar di STAIN Pekalongan, Majlis Ta'lim At-Tafaqquh dan Program TV Batik dalam acara "Rohani Islam"
Pos ini dipublikasikan di Kisah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s