Perjalanan Mengais Rejeki di Jakarta (1)

Sebelumnya sama sekali tidak terbayang bahwa akan mengais rejeki di Jakarta. Ketika masih di Mesir (sebelum lulus), idealisme masih tinggi dan cita-cita tergantung setinggi langit. Ya, aku pulang harus berdakwah, mengajar, dan menularkan ilmu yang aku peroleh selama ini kepada masyarakat. Masalah rejeki, itu urusan belakangan, bukankah Allah Maha Pemberi Rejeki? Bukankah aku ke Mesir untuk tafaqquh fiddin (belajar agama) yang tujuannya adalah liyundziru qaumahum idza raja’u ilaihim (memberi peringatan kepada kaumnya setelah pulang)?
Namun ternyata keinginan tidak selalu sesuai dengan kenyataan. Setelah tiba di Pekalongan, karena orangtua berada di Jakarta membuka kios batik, maka aku ikut pula ke Jakarta. Ternyata beberapa hari di sana ada tawaran untuk bekerja di penerbit yang biasa memberikan order terjemahan sewaktu aku masih di Mesir. Akhirnya aku menetapkan untuk bekerja dan tidak kembali ke Pekalongan, mengingat kondisi ekonomi yang belum stabil.
Kantor pertama tempat aku bekerja sebagai karyawan bernama Maghfirah Pustaka yang bergerak di bidang penerbitan buku. Waktu itu, kantorku sedang punya proyek membuat Al-Qur`an tajwid delapan warna, dan aku ditawari untuk menjadi korektor. Alhamdulillah, baru pulang beberapa minggu sudah ditawari kerja (tanpa membuat surat lamaran)
Karena di Jakarta orangtua hanya indekost, sementara kostnya sudah penuh, maka aku tinggal di kios batik. Jika siang, kios itu dibuka untuk jualan batik, dan malam harinya aku tempati untuk tidur. Kios yang berukuran 2 X 2 meter itu penuh dengan batik dan ketika malam tiba harus ditata supaya cukup untuk tempat tidur aku seorang. Suatu ketika ada kawan yang silaturrahmi ke tempatku dan kemalaman, namun karena tempatku tidak muat untuk tidur dua orang akhirnya harus tidur di masjid. Setiap hari mandi dan buang air ke WC umum. Untuk buang air bayar gopek dan mandi+nyuci pakaian bayar seribu perak. Kalau gak mau bayar, ya mandi atau buang air di mesjid, gratiss (he he he). Begitulah pertama kali mencoba mengais rejeki di Jakarta, namun alhamdulillah langsung bisa kerja dan yang terpenting adalah dekat dengan kedua orangtua.

Tentang yasir maqosid

Dilahirkan di Kota Pekalongan. Mengenyam pendidikan sarjana di Al-Azhar Mesir, selanjutnya meneruskan sampai jenjang Magister di IAIN Pekalogan. Aktifitas mengajar di STAIN Pekalongan, Majlis Ta'lim At-Tafaqquh dan Program TV Batik dalam acara "Rohani Islam"
Pos ini dipublikasikan di curhat dan tag . Tandai permalink.

2 Balasan ke Perjalanan Mengais Rejeki di Jakarta (1)

  1. rizal berkata:

    salam dr cairo

  2. yasir maqosid berkata:

    Salam kembali🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s