Tawaran itu Masih Dipertimbangkan

Tadi malam (20/11/2012) ada tamu seorang ustadz muda dari sebuah desa kecil yang sudah didirikan gereja dan jemaatnya bertambah banyak. Ustadz tersebut dua puluh tahun silam dikader untuk menyebarkan ajaran Islam di desa tersebut. Kini, dia dan dua orang rekannya menjadi rujukan bagi masyarakat desanya.
Mendengar aku sudah mengundurkan diri dari Pesantren dan dulu aku pernah bercita-cita membuka 

lembaga pendidikan di kampungnya, dia lalu mendatangi tempat tinggalku. Dia bersama dua orang, yaitu pengurus masjid dan kawannya yang juga sahabat karibku bertamu sekitar jam setengah sembilan malam.
Pada intinya dia menyampaikan bahwa dia, kawan-kawannya beserta lurah dan penduduk desa sangat berharap di sana ada lembaga pendidikan Islam yang bisa menjadi sumber pengajaran nilai-nilai Islami bagi warga masyarakat. Mengingat di sana Madrasah Ibtidaiyyah saja belum ada, apalagi Tsanawiyah ataupun Aliyah. Untuk sekolah saja anak-anak harus menempuh jarak sekitar 5 Kilometer. 
Terlebih lagi di sana sudah berdiri gereja dengan kokohnya. Umat Kristiani yang dulunya hanya sekitar 4 keluarga sekarang sudah ada belasan keluarga, ditunjang kemampuan ekonomi warga Kristiani yan terbilang sangat mapan. Sementara kaum Muslimin di sana bisa dikatakan di bawah garis kemiskinan. 
Hal ini merupakan tantangan berat bagi ustadz muda tersebut. Sehingga dia berusaha bagaimana caranya supaya di sana ada lembaga pendidikan yang mampu menjadi rujukan bagi masyarakat yang masih awam. Apalagi sekarang disinyalir mulai ada pendekatan dari pihak umat Kristiani kepada mereka yang berada dalam kondisi ekonomi bawah.
Akhirnya dia meminta aku untuk mau membuat lembaga pendidikan, apakah itu bentuknya pesantren, majlis taklim ataupun apa, yang penting nanti diharapkan bisa berkembang. Sementara ketika orang-orang di sana pernah mendengar keinginanku dulul kala untuk membuka pesantren di situ, mereka sangat antusias dan siap-siap membantu sesuai dengan kemampuannya.
Namun aku belum bisa memberikan keputusan mengingat sekarang masih konsentrasi di pekerjaan dan kuliah S2. Selaini itu, aku juga harus meminta pertimbangan keluarga dan guru apakah kira-kira mereka mengizinkan dan mendukung keberadaanku di sana. Dan yang pasti, aku harus meminta petunjuk kepada Allah swt supaya memberikan jalan yang terbaik dan menuntunku supaya senantiasa berada di jalan-Nya.

Tentang yasir maqosid

Dilahirkan di Kota Pekalongan. Mengenyam pendidikan sarjana di Al-Azhar Mesir, selanjutnya meneruskan sampai jenjang Magister di IAIN Pekalogan. Aktifitas mengajar di STAIN Pekalongan, Majlis Ta'lim At-Tafaqquh dan Program TV Batik dalam acara "Rohani Islam"
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s