PERSAUDARAAN KARENA ALLAH

Oleh: Ust. H. Yasir Maqosid, Lc

Hubungan antar manusia selalu dinamis dan berkembang. Sebab, manusia bukanlah materi semata, bukan pula sekadar akal. Lebih dari itu, manusia juga mampunyai hati dan perasaan. Artinya, manusia punya kehidupan emosional yang tidak bisa disepelekan. Hubungan antara manusia memiliki ragam bentuk; adakalanya merupakan hubungan cinta dan persaudaraan, bisa sebatas hubungan pertemanan, hubungan yang saling menguntungkan, bahkan hubungan yang tidak harmonis karena saling membenci, dan sebagainya. Berangkat dari semua itu, maka kuat-lemahnya hubungan antar manusia sangat berbeda-beda.
Di antara nilai luhur yang menyatukan manusia adalah persaudaraan, yaitu persaudaraan yang dilandasi karena Allah swt. Selaras dalam hal ini, Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya tali keimanan yang paling kuat adalah engkau saling mencintai karena Allah, dan saling membenci karena Allah.” (HR. Ahmad) Artinya, dalam berinteraksi dengan orang lain yang menjadi ukurannya adalah ridha Allah. Ketika kita mencintai seseorang, dasarnya adalah karena mengharap ridha Allah. Begitu pula ketika kita membenci seseorang, dasarnya karena mengharap ridha Allah dan takut terhadap siksa Allah.
Adapun saling mencintai karena Allah memiliki banyak sekali manfaat antara lain :
1. Mencintai karena Allah menyebabkan Allah mencintai kita.
Ketika kita mencintai seseorang didasari mengharap ridha Allah, maka Allah akan mengetahui hal itu dan memberi balasan berupa rasa cinta dan ridha-Nya kepada kita. Sedangkan ketika dua orang sahabat saling mencintai karena Allah, maka yang paling dicintai Allah di antara keduanya adalah yang paling besar rasa cintanya kepada sahabatnya. Rasulullah saw bersabda, “Tiada dua orang yang saling mencintai karena Allah, kecuali yang paling dicintai Allah di antara mereka berdua adalah yang paling besar kecintaannya terhadap temannya.” (HR. Ath-Thabrani)
2. Pada Hari Kiamat, Allah akan menaungi orang-orang yang saling mencintai karena-Nya.
Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah berfirman di Hari Kiamat, ‘Di manakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Hari ini Aku-naungi mereka dengan naungan-Ku ketika tidak ada naungan selain naungan-Ku.” (HR. Muslim)
Di Hari Kiamat kelak, manusia akan mengalami sesuatu yang sangat dahsyat ketika berada di padang mahsyar. Di sana seluruh manusia dari zaman awal hingga akhir berkumpul menjadi satu. Sementara itu, matahari berada di atas kepala sehingga semua orang merasa kepanasan. Pada saat itulah, orang-orang yang mendapat naungan dari Allah swt akan merasa sangat beruntung. Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah.
3. Mencintai dan membenci karena Allah adalah bukti kesempurnaan iman seorang hamba.
Umat Islam dituntut untuk saling mengasihi satu sama lain karena itu adalah bukti dari kesempurnaan iman. Rasulullah saw bersabda, “Barang siapa mencintai karena Allah, dan membenci karena Allah, dan memberi karena Allah, dan melarang karena Allah, berarti ia telah sempurna keimanannya.” (HR. Abu Dawud)
4. Mencintai karena Allah menjadikan kita dapat merasakan manisnya iman.
Orang yang beriman memiliki tingkatan masing-masing. Dari tingkatan iman tersebut, ada sebagian orang yang merasakan manisnya keimanan. Jika seseorang sudah merasakan manisnya iman, maka segala ibadah yang dilakukannya menjadi indah. Rasulullah saw bersabda, “Barang siapa ingin menemukan cita rasa keimanan, hendaklah ia mencintai seseorang karena Allah.” (HR. Ahmad)
5. Dimuliakan Allah.
Sungguh indah jika seseorang dimuliakan oleh Allah. Kemuliaan yang diberikan Allah swt tersebut meliputi kemuliaan berupa iman, ilmu yang bermanfaat, amal saleh, dan nikmat-nikmat lainnya. Dan, untuk mendapatkan kemuliaan dari Allah maka perlu kita simak sabda Rasulullah saw berikut ini, “Tiada seorang hamba mencintai orang lain karena Allah, kecuali Allah memuliakannya.” (HR. Abi Dunya)
6. Mendapat mimbar dari cahaya
Sungguh beruntung orang-orang yang mencintai karena Allah. Kelak meraka akan mendapatkan hadiah luar biasa dari Sang Pencipta. Rasulullah saw bersabda, “Orang-orang yang saling mencintai karena keagunganku, bagi mereka mimbar dari cahaya yang membuat iri para nabi dan syuhada.” (At-Tirmidzi)
Dari itulah, mari kita saling mencintai sesama karena Allah yaitu dengan membantu orang-orang sedang terkena bencana, meringankan beban orang yang sedang kesulitan, menyantuni anak yatim, menolong fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan. Mudah-mudahan kita digolongkan sebagai orang-orang yang mendapat surga Allah kelak di Hari Kiamat. Amin Ya Robbal Alamin.

Tentang yasir maqosid

Dilahirkan di Kota Pekalongan. Mengenyam pendidikan sarjana di Al-Azhar Mesir, selanjutnya meneruskan sampai jenjang Magister di IAIN Pekalogan. Aktifitas mengajar di STAIN Pekalongan, Majlis Ta'lim At-Tafaqquh dan Program TV Batik dalam acara "Rohani Islam"
Pos ini dipublikasikan di KEUTAMAAN AMAL, Opini dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s