Keagungan Rasulullah Saw

Segala puji hanya bagi Allah yang telah memberi anugerah terhadap alam semesta dengan kelahiran pimpinan kita yakni Baginda Nabi Muhammad bin Abdullah yang menjadi hamba-Nya dan Rasul-Nya, beliau adalah pemimpin seluruh makhluk. Semoga shalawat  dan salam Allah senantiasa tercurah kepada beliau, beserta seluruh keluarga, sahabat, istri, keturunan, dan ahli bait beliau.  Shalawat yang senantiasa kekal sebagaimana kekalnya Dzat, Asma`, dan Sifat Allah, serta menjadi wasilah keselamatan dan simpanan bagi kita di dunia dan akhirat. Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepada orang itu sebanyak sepuluh kali.”

Ya Allah, anugerahkanlah shalawat dan barokah kepada beliau besarta keluarga dan sahabat beliau. Ya Allah, anugerahkanlah shalawat dan barokah kepada beliau besarta keluarga beliau dengan shalawat dan salam yang dapat menyelamatkan kami dari cobaan-cobaan di dunia, sempitnya kematian, dahsyatnya kejadian di kubur, serta beratnya hari perhitungan amal.

Nabi saw sudah menjadi seorang Nabi saat Nabi Adam masih dalam bentuk tanah. Beliau adalah pemungkas para Nabi yang diutus dan sebagai wasilah bagi segala sesuatu. Beliau adalah nikmat yang dianugerahkan Allah Tuhan semesta alam bagi seluruh makhluk. Beliau adalah orang yang Al-Qur`an telah diturunkan di hatinya. Beliaulah yang oleh disebutkan dalam firman Allah swt, “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (Al-Anbiyaa`: 107)

Allah telah mengambil janji dan sumpah kepada para Nabi-Nya sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya, “Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: “Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya”. Allah berfirman: “Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?” mereka menjawab: “Kami mengakui”. Allah berfirman: “Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu”. (Ali Imran: 81)

Mahasuci Dzat yang telah memuliakan beliau, lalu menjadikan beliau sebagai orang yang paling tinggi pangkatnya, paling mulia, dan paling dekat dengan Allah.

Meskipun Allah telah menjadikan Adam sebagai yang terpilih, Ibrahim sebagai kekasih, memberikan Musa sembilan bukti yang nyata, serta memberi Isa kemampuan menyembuhkan orang yang buta, sakit lepra dan menghidupkan orang-orang yang sudah meninggal dunia.  Sesungguhnya Allah Ta’la telah menjadikan Muhammad sebagai yang terkasih, risalah yang beliau bawa merata kepada seluruh alam semesta, mengutus beliau kepada yang merah dan hitam (seluruh suku dan ras), dan memungkasi risalah-Nya dengan mengutus beliau. Allah swt telah memberi beliau Kitab, hikmah, Tujuh ayat dan Al-Qur`an yang agung. Allah swt menjadikan beliau sebagai rahmat bagi seluruh alam, memberi kekhususan beliau dengan ampunan atas dosa yang telah maupn yang akan dibuat, melapangkan dada beliau, menghapuskan kesalahan beliau, meninggikan nama beliau, memberikan pertolongan tersebesar kepada beliau, menurunkan ketenangan kepada beliau, menguatkan beliau dengan para malaikat, menjaga beliau dari rekayasa manusia, menolong beliau dengan rasa takut di hati para musuh, memberi shalawat dan shalawat para malaikat, disucikannya umat beliau dan dijadikan sebagai umat tengah-tengah serta menjadi umat terbaik di antara umat-umat yang lain, menghilangkan kesalahan dan belenggu atas umatnya, memberikan segalanya kepada beliau sehingga beliau ridha.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dari Abu Hurairah ra secara marfu’, Rasulullah saw bersabda, “Aku adalah orang yang pertama kali dibangkitkan dari bumi, kemudian dipakaikan dari pakaian-pakaian surga. Selanjutnya aku berdiri di sisi kanan Arasy, dan tidak ada satu pun makhluk yang berdiri di tempat tersebut selain aku.”

At-Tirmidzi meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra secara marfu’, Rasulullah saw bersabda, “Aku adalah kekasih Allah, dan (perkataan ini) bukanlah sombong. Aku adalah pembawa bendera pujian pada Hari Kiamat, di bawahnya ada Nabi Adam serta orang-orang yang di bawahnya, dan (perkataan ini) bukanlah sombong. Aku adalah orang yang pertama kali memberi syafaat dan syafaatnya diterima pada Hari Kiamat dan (perkataan ini) bukanlah sombong. Aku adalah orang paling mulia di antara umat-umat pertama dan umat-umat terakhir dan (perkataan ini) bukanlah sombong.”

Ad-Darimi meriwayatkan dari Anas secara marfu’, Rasulullah saw bersabda, “Aku adalah manusia pertama yang keluar tatkala orang-orang dibangkitkan dari kubur. Aku adalah pemimpin mereka ketika mereka bergerombol. Aku adalah khatib mereka ketika mereka mendengarkan. Aku adalah pemberi syafaat mereka tatkala mereka dihisab. Aku adalah pemberi kabar gembira bagi mereka ketika mereka sedang putus asa. Kemuliaan dan kunci-kunci berada di tanganku pada hari tersebut. Sedangkan bendera pujian pada hari itu berada di tanganku.”

Imam Muslim meriwayatkan bahwsanya Allah Subhanahu wa Ta’la berfirman kepada Nabi-Nya saw, “Bagimu atas setiap ucapan satu huruf, dua huruf, dan tujuh huruf atas permintaan yang mereka pinta kepada-Ku. Kemudian Rasulullah berdoa, “Ya Allah, ampunilah dosa umatku. Ya Allah, ampunilah dosa umatku.” Aku (Rasulullah) menyisakan yang ketiga untuk hari dimana para makhluk takut kepadaku hingga Ibrahim Alaihissalam.”

Ath-Thabrani meriwayatkan dalam kitab Al-Kabir dari Umar ra secara marfu’, Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya surga terhalang bagi para nabi semuanya hingga aku masuk ke sana. Dan, surga diharamkan bagi umat-umat sehingga umatku masuk ke sana.”

Imam Muslim meriwayatkan, Rasulullah saw bersabda, “Aku datang ke pintu surga untuk membukanya, lalu penjaga (pintu tersebut) bertanya, ‘Siapa kamu?’ Aku menjawab, ‘Muhammad.’ Kemudian penjaga itu berkata, ‘Untukmu aku disuruh untuk membukakan dan untuk tidak membukakan pada orang lain sebelum engkau, dan aku tidak akan berdiri (menyambut) seorang pun setelah engkau.”

Cukuplah untuk menunjukkan keagungan dan derajat Rasulullah saw yaitu apa yang telah dituturkan oleh Kitabullah dalam setiap surat. Hal ini merupakan dalil bahwasanya beliau saw adalah manusia yang paling tinggi derajatnya dan paling agung tempatnya, serta manusia paling mulia dalam hal kebaikan dan keutamaan.

Semerbakkan majlis dengan menyebut nama beliau yang wangi.

Bertabaruklah dengan nama beliau yang agung.

Bershalawat dan bacalah salam kepada beliau dengan sebenar-benarnya.

Ya Allah, anugerahkanlah shalawat dan barokah kepada beliau besarta keluarga beliau dengan shalawat dan salam yang dapat menyelamatkan kami dari cobaan-cobaan di dunia, sempitnya kematian, dahsyatnya kejadian di kubur, serta beratnya hari perhitungan amal.

(Diterjemahkan oleh Ust. Yasir Maqosid, Lc dari kitab Ar-Raudh An-Nadhir min Maulid As-Siraj Al-Munir karya Sayyid Abu Al-Hasanain bin Aqil Al-Idrisi Al-Hasani)

Tentang yasir maqosid

Dilahirkan di Kota Pekalongan. Mengenyam pendidikan sarjana di Al-Azhar Mesir, selanjutnya meneruskan sampai jenjang Magister di IAIN Pekalogan. Aktifitas mengajar di STAIN Pekalongan, Majlis Ta'lim At-Tafaqquh dan Program TV Batik dalam acara "Rohani Islam"
Pos ini dipublikasikan di Opini, Sirah Nabawiyah dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s