Wudhu Mengikuti Sunnah Rasulullah Saw

Salah satu syarat sahnya shalat adalah tidak punya hadats besar ataupun kecil. Dalam artian seseorang yang akan melaksanakan shalat, terlebih dahulu harus berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil. Wudhu dengan mengikuti Rasulullah Saw adalah tata cara yang paling baik. Adapun sunnah-sunnah wudhu adalah sebagai berikut:

  1. Membaca Basmalah.

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Tidaklah sah wudlu seseorang yang tidak menyebut nama Allah.” HR. Ibnu Dawud)

  1. Membasuh Kedua telapak tangan sampai pergelangan Tangan.

Membasuh kedua telapak tangan itu dimulai pada waktu membaca basmalah dan berniat melakukan sunnat wudhu’.

  1. Berkumur – kumur.

Yaitu memasukan air kedalam mulut sebelum membasuh kedua lubang hidung. Sunahnya adalah dengan menggerak–gerakkan mulut setelah air tadi dimasukkan ke dalam mulut itu, kemudian membuangnya. Dari Abdullah bin Zaid dia mengajarkan (tata cara) wudhu’ Rasulullah saw., di mana dia berkumur-kumur dan instisyaq dari satu telapak tangan. Dia berbuat demikian (sebanyak) tiga kali.”(HR. Muslim)

  1. Istinsyaq Setelah berkumur ( Memasukkan air ke lubang hidung )
Dalam berkumur dan ber-istinsyaq adalah hendaknya seseorang meletakkan air di tangannya kemudian menggunakannya sebagian untuk berkumur dan sebagian untuk ber–istinsyaq. Hal itu dilakukan sebanyak tiga kali, maka dengan demikian ia berkumur dan ber – istinsyaq dengan tiga kali cidukan air dan setiap kali cidukan hendaklah dia membagi air tersebut untuk berkumur dan ber – istinsyaq. Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila seseorang di antara kamu bangun dari tidur maka hendaklah ia menghisap air ke dalam hidungnya tiga kali dan menghembuskannya keluar karena setan tidur di dalam rongga hidung itu.”(Muttafaq Alaihi)
  1. Menghadap kiblat

Yaitu apabila berwudhu’ ditempat yang memungkinkan baginya untuk menghadap kiblat.

  1. Istiyak ( Menggosok Gigi dengan Siwak)

Yaitu membersihkan gigi dengan menggunakan pohon sugi/kayu arok yang telah kita kenal. Penggunaan siwak ini memiliki faedah yang sangat banyak, antara lain dapat memperkuat gigi, menjaga penglihatan, dll. Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu dari Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bahwa beliau bersabda: “Seandainya tidak memberatkan atas umatku niscaya aku perintahkan mereka bersiwak (menggosok gigi dengan kayu aurok) pada setiap kali wudlu.” (HR. Malik, Ahmad dan An-Nasa’i)

  1. Menyela – nyela janggut yang lebat.

Rasulullah dan para sahabatnya senantiasa memelihara janggut mereka karena merupakan Sunnah Rasulullah Saw dan untuk membedai dengan orang Yahudi.

Dari Utsman Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam menyela-nyelai jenggotnya dalam berwudlu. (HR. At-Tirmidzi)

  1. Meratakan air ke kepala dengan mengusap.
Dari Mughirah Ibnu Syu’bah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam berwudlu lalu beliau mengusap ubun-ubunnya bagian atas sorbannya dan kedua sepatunya. (HR. Muslim)

Dari Abdullah Ibnu Zain Ibnu Ashim Radliyallaahu ‘anhu tentang cara berwudlu Rasulullah, dia berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam mengusap kepalanya dengan kedua tangannya dari muka ke belakang dan dari belakang ke muka. (Muttafaq Alaihi)

  1. Mendahulukan anggota wudhu’ yang kanan daripada yang kiri karena ada hadits dari Sayyidah Aisyah yang mengatakan, “Adalah Rasulullah saw. mencintai mendahulukan anggota yang kanan dalam hal mengenakan alas kaki, menyisir, bersuci dan lainnya.”(Muttafaq Alaihi)
  2. Berdo’a sesudah wudhu’.

Sebagaimana yang dijelaskan dalam sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. “Tak seorangpun di antara kalian yang berwudhu’ dengan sempurna, lalu mengucapkan (do’a) “Asyhadu allaa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna muhammadan ’abduhu wa rasuuluh (Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang patut diibadahikecuali Allah semata tiada sekutu bagi-Nya; dan aku bersaksi, bahwa Muhammad hamba dan Rasul-Nya).” melainkan pasti dibukalah baginya pintu-pintu surga yang delapan, ia boleh masuk dari pintu mana saja yang dikehendakinya.”(HR. Muslim)

Ditambahkan pula dengan membaca doa sebagaimana diriwayatkan At-Tirmidzi, “Allahummaj’alni minat tawwaabiina waj’ani minal mutathahiriin (Ya Allah, jadikahlah kami termasuk orang-orang yang tekun bertaubat dan jadikahlah kami termasuk orang-orang yang rajin bersuci).”

Tentang yasir maqosid

Dilahirkan di Kota Pekalongan. Mengenyam pendidikan sarjana di Al-Azhar Mesir, selanjutnya meneruskan sampai jenjang Magister di IAIN Pekalogan. Aktifitas mengajar di STAIN Pekalongan, Majlis Ta'lim At-Tafaqquh dan Program TV Batik dalam acara "Rohani Islam"
Pos ini dipublikasikan di Adab-Adab, Dakwah dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s