Adab-Adab Masjid Sesuai Sunnah Rasulullah Saw

Memakmurkan masjid merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Amalan ini sangat mulia dan penting, apalagi di zaman sekarang dimana masjid-masjid mulai sepi dari para jamaah yang shalat lima waktu. Padahal Rasulullah Saw telah mencontohkan bahwa pertama kali yang beliau lakukan dalam membangun masyarakat madani adalah dengan membangun masjid dan meramaikannya. Masjid pada zaman Rasulullah Saw sangatlah sederhana bangunan fisiknya, namun aktifitasnya tidak pernah berhenti 24 jam.

Dari masjid itulah, beliau memberikan bimbingan, petunjuk, mengajarkan agama, maupun menyusun strategi untuk menguatkan umat Islam. Hal ini tentunya perlu menjadi bahan renungan kita bersama. Masjid pada zaman Rasulullah Saw ibarat pabrik yang memproduksi hidayah dan petunjuk sehingga bisa menyebar ke seluruh alam. Sedangkan saat ini, kita melihat banyaknya orang yang tidak lagi peduli agama dan maraknya kemungkaran karena ternyata masjid-masjid ini sudah sepi dari jamaah. Oleh karena itu, untuk mencapai kejayaan Islam maka tidak ada jalan lain kecuali dengan memakmurkan masjid melalui amal agama dalam masjid, sehingga dengan makmurnya masjid maka masyarakat sekitar akan makmur pula dengan cahaya agama.

Supaya kita mendapatkan kesempurnaan iman ketika berada di masjid, hendaknya kita meneladani Rasulullah Saw yang telah memberi kita petunjuk berupa adab-adab masjid sebagai berikut:

  • Berpakaian Indah

Sangat dianjurkan untuk berpakaian paling indah ketika menuju ke masjid. Akan lebih baik lagi jika memakai pakaian putih, karena Rasululah Saw sering berpakaian putih. Tentang berpaiakan indah, Allah Swt berfirman, “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid. (QS. AI-A’raf: 31).

Berdasarkan ayat ini maka disunnahkan berhias ketika akan shalat, lebih-lebih ketika hari Jum’at dan Hari raya. Termasuk perhiasan yaitu bersiwak dan memakai wangi-wangian.

  • Bersegera Menuju Masjid

Jika waktu shalat telah tiba, hendaklah bersegera menuju masjid. Rasulullah Saw bersabda, “Seandainya manusia mengetahui keutamaan shof pertama, dan tidaklah mereka bisa mendapatinya kecuali dengan berundi niscaya mereka akan berundi, dan seandainya mereka mengetahui keutamaan bersegera menuju masjid niscaya mereka akan berlomba-lomba. (Muttafaq Alaihi).

  • Berdo’a ketika menuju masjid

Ketika keluar dari rumah untuk menuju masjid hendaknya membaca do’a:

Yaa Allah… berilah cahaya di hatiku, di penglihatanku dan di pendengaranku, berilah cahaya di sisi kananku dan di sisi kiriku, berilah cahaya di atasku, di bawahku, di depanku dan di belakangku, Yaa Allah berilah aku cahaya. (Muttafaq Alaih).

  • Mendahulukan kaki kanan ketika masuk masjid dan berdo’a

Ketika masuk masjid maka dahulukan kaki kanan, sedangkan ketika keluar maka dahulukan kaki kiri. Sebab masjid adalah tempat paling mulia di muka bumi, sehingga kita harus menghormatinya. Sahabat Anas Bin Malik Ra berkata: “Termasuk sunnah apabila engkau masuk masjid untuk mendahulukan kakimu yang kanan dan apabila keluar maka dahulukanlah kakimu yang kiri”. (HR. Baihaqi)

Adapun do’a ketika masuk masjid adalah,

Ya Allah berilah shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan para  kerabatnya,   Ya Allah bukakanlah pintu-pintu rohmat-Mu untukku. (HR Muslim).

Sedangkan doa keluar masjid adalah:

Ya Allah berilah shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan para  kerabatnya,   Aku mohon kepada-Mu karunia-Mu.(HR. Muslim dan Abu Dawud).

  • Shalat Tahiyatul Masjid

Ketika masuk ke masjid sebelum duduk disunahkan shalat dua rakaat yaitu shalat Tahiyyatul Masjid. Rasulullah Saw bersabda: “Apabila salah seorang diantara kalian masuk masjid, maka hendaklah shalat dua rokaat sebelum ia duduk. (Muttafaq Alaihi).

  • Dibolehkan tidur di dalam masjid

Dibolehkan tidur di dalam masjid bagi orang yang kemalaman, tidak punya sanak famili, maupun untuk memakmurkan masjid dengan I’titikaf. Dahulu para shahabat Ashabus Suffah (orang yang tinggal di masjid) mereka senantiasa tidur di dalam Masjid Nabawi. (HR. Bukhari) Bahkan, sahabat Abu Hurairah Ra termasuk Ashabush Shuffah yang senantiasa memakmurkan masjid. Imam Ibnu Hajar menegaskan bahwa bolehnya tidur di dalam masjid adalah pendapat jumhur ulama. Dari Abbad Bin Tamim Ra dari pamannya bahwasanya  dia melihat Rasulullah Saw tidur terlentang di dalam masjid dengan meletakkan salah satu kakinya di atas kakinya yang lain. (Muttafaq Alaihi). Imam AI-Khattabi  berkata:  “Hadits ini  menunjukkan bolehnya bersandar, tiduran dan segala bentuk istirahat di dalam masjid”.

  • Dibolehkan makan dan minum di masjid

Makan dan minum di dalam masjid dibolehkan asal tidak mengotori masjid. Sahabat Abdullah Bin Harits Ra berkata: Kami pernah makan daging bersama Rasulullah Saw di dalam masjid.(HR. Ibnu Majah)

  • Dilarang berjual beli di dalam masjid

Tidak diperbolehkan berjual beli di dalam masjid, karena masjid adalah murni untuk beribadah dan menyembah kepada Allah. Termasuk juga menempelkan dan menyebarkan brosur yang berisi iklan produk tertentu di dalam masjid. Rasulullah Saw bersabda, “Apabila kalian melihat orang yang jual beli di dalam masjid maka katakanlah padanya: Semoga Allah tidak memberi keuntungan dalam jual belimu!

  • Tidak Membicarakan Dunia di Masjid

Hendaknya tidak membicarakan urusan dunia di dalam masjid, terutama urusan partai dan politik praktis, karena itu bisa menghapuskan amal-amal baik selama berada di masjid. Imam Al-Ghazali menuturkan sebuah riwayat, “Berbincang-bincang dunia dalam masjid itu menggerogoti pahala-pahala seperti binatang ternak memakan rerumputan.”

Rasulullah Saw bersabda, “Akan ada di akhir zaman, suatu kaum yang duduk-duduk di masjid berkelompok-kelompok, di depan mereka adalah dunia. Maka janganlah kalian duduk-duduk bersama mereka, karena sesungguhnya Allah tidak memiliki hajat (tidak melimpahkan kebaikan) pada mereka.”(HR. Ath-Thabrani)

Tentang yasir maqosid

Dilahirkan di Kota Pekalongan. Mengenyam pendidikan sarjana di Al-Azhar Mesir, selanjutnya meneruskan sampai jenjang Magister di IAIN Pekalogan. Aktifitas mengajar di STAIN Pekalongan, Majlis Ta'lim At-Tafaqquh dan Program TV Batik dalam acara "Rohani Islam"
Pos ini dipublikasikan di Adab-Adab, Dakwah dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s