Adab-Adab Berdoa

Adab Berdoa

Doa adalah senjata kaum muslimin dan ibadah yang agung. Allah Swt berfirman, “Dan berdoalah kepada Ku, niscaya akan Aku kabulkan permintaanmu.Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku maka akan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”(Al-Mu’min : 60)

Rasulullah Saw mengajarkan kepada umatnya bagaiman adab berdoa dan para ulama sebagi pewaris Nabi menjelaskan tentang adab dan etika dalam berdoa agar dikabulkan, yaitu sebagai berikut:

  • Menjaga Kehalalan Makanan, Minuman, dan Pakaian.

Sebelum kita berdoa hendaknya kita memperbaiki keadaan kita yaitu menjauhi makanan dan minuman yang haram. Rasulullah saw. bersabda: “Seorang laki-laki yang lusuh lagi kumal karena lama bepergian mengangkat kedua tanganya ke langit tinggi-tinggi dan berdoa : Ya Rabbi, ya Rabbi, sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dagingnya tumbuh dari yang haram, maka bagaimana doanya bisa terkabulkan.?” (HR. Muslim)

  • Berdoa menghadap kiblat dan mengangkat dua tangan.

Nabi Saw ketika berada di Padang Arafah, beliau menghadap kiblat dan terus menerus berdoa hingga matahari terbenam. (HR. Muslim) Diriwayatkan dari Salman Al-Farisi bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah Maha Hidup lagi Maha Pemurah. Dia malu jika ada seseorang yang mengangkat kedua tangannya berdoa kepada-Nya lalu Dia tidak menerima doanya tanpa hasil.”(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

  • Memulai Doa dengan Memuji Allah Swt dan Bershalawat Kepada Nabi Saw

Sebelum memanjatkan doa, hendaknya kita terlebih dahulu memuji Allah Swt dan bershalawat kepada Rasulullah Saw. Driwayatkan bahwa suatu ketika Nabi Saw mendengar ada orang yang berdoa dalam shalatnya tanpa memuji Allah Saw dan tidak bershalawat kepada Nabi Saw. Kemudian beliau bersabda, “Orang ini terburu-buru.” Lalu beliau bersabda,“Apabila kalian berdoa, hendaknya dia memulai dengan memuji dan mengagungkan Allah, kemudian bershalawat kepada Nabi Saw. Kemudian berdoalah sesuai kehendaknya.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

  • Berdoa Pada Waktu dan Keadaan yang Mustajab

Ada beberapa waktu berdoa yang mustajab menurut Hadits dan Al-Quran. Di antaranya ialah ketika Lailatul Qadar, pada sepertiga malam terakhir, pada hari Arafah, antara waktu adzan dan iqamah, setelah shalat fardhu, Hari Jum’at,

Begitu pula keadaan mustajabnya doa adalah doa orang yang dizhalimi, doa ibu bapa kepada anaknya, doa anak yang berbakti kepada orangtuanya, doa orang yang musafir terutama untuk berdakwah, doa ketika berpuasa, sebelum berbuka, doa ketika berjihad di jalan Allah, doa ketika sedang ditimpa musibah, doa imam yang adil, dan sebagainya.

Rasulullah Saw bersabda, “Allah Yang Maha Suci Lagi Agung turun ke langit dunia pada sepertiga terakhir di setiap malam. Allah berfirman, “Barangsiapa berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan doanya. Barangsiapa meminta kepada-Ku, maka akan Aku beri permintaannya. Barangsiapa yang meminta ampunan, maka akan Aku ampuni dia.”(HR. Bukhari)

Khusyu’ dan Merendahkan Diri Kepada Allah Swt

Dalam berdoa hendaknya berkonsentrasi dan tidak disibukkan dengan urusan lain serta merendahkan diri mengharap belas kasih Allah Swt. Allah swt. berfirman:

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Al-A’raf: 55).

“Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (Al-Anbiya’: 90)

– Tidak tergesa-gesa mengharapkan terkabulnya doa

Orang yang tergesa-gesa atas dikabulkannya doa akan melahirkan sikap putus asa ketika doanya tidak segera dikabulkan, dan pada gilirannya dia tidak mau lagi berdoa. Rasulullah Saw bersabda, ” Doa sentiasa akan dikabulkan selama hamba itu tidak meminta sesuatu yang menyebabkan dosa atau memutuskan tali kekeluargaan, dan selama dia tidak tergesa-gesa.” Para sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw, “Wahai Rasulullah , apa yang dimaksud tergesa-gesa?” Rasulullah Saw menjawab, “Dia berkata ‘aku telah berdoa, aku telah berdoa namun aku tidak pernah mendapatkan doaku dikabulkan’, kemudian ia berputus asa dan meninggalkan berdoa.”(HR. Muslim dan Abu Dawud)

  • Memantapkan Hati Atas Dikabulkannya Doa

Nabi Saw bersabda, “Janganlah kalian ketika berdoa dengan mengatakan, ‘Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau mau. Ya Allah, rahmatilah aku, jika Engkau mau’. Hendaknya dia mantapkan keinginannya, karena tidak ada yang memaksa Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Nabi Saw bersabda, “Berdoalah kepada Allah dan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai, dan lengah (dengan doanya).” (HR. Tirmidzi)

Tentang yasir maqosid

Dilahirkan di Kota Pekalongan. Mengenyam pendidikan sarjana di Al-Azhar Mesir, selanjutnya meneruskan sampai jenjang Magister di IAIN Pekalogan. Aktifitas mengajar di STAIN Pekalongan, Majlis Ta'lim At-Tafaqquh dan Program TV Batik dalam acara "Rohani Islam"
Pos ini dipublikasikan di Adab-Adab, Dakwah dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Adab-Adab Berdoa

  1. ria berkata:

    terima kasih buat isi webnya sangat bermanfaat, saya izin ambil gambarnya yah gan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s